Kenali Wanita

Kenali Wanita

       Bicara tentang wanita memang tidak aka nada habisnya. Tapi muncul pertanyaan saya seperti ini “banyak laki-laki yang membicarakan wanita, tapi apakah mereka mengerti wanita? Paham akan kemauan wanita?”
Saya tidak akan membahas tips atau cara mendapatkan wanita. Saya hanya membantu anda membuka pemikiran untuk bisa memahami kehidupan ini khusunya wanita agar kita bias saling menyayangii dan bermanfaat kepada sesama manusia.
          Mayoritasnya, wanita ingin diperhatikan dan disayangi. Coba kita lihat fenomena ketika seorang wanita sangat diperhatikan dan disayangi oleh seorang laki-laki, dia akan merasa menikmati rasa cinta, menikmati apa itu kebahagiaan dan kepuasan. Logikanya seperti ini, ketika waniita diperhatikan maka dia akan berfikir bahwa dirinya berharga untuk orang lain. Wanita itu adalah mahluk perasa. Jadi ketika ada yang menyentuhnya dengan sebuah perhatian, wanita akan sangat bahagia.
              Wanita itu adalah mahluk yang halus dan lembut. Kenapa seperti itu? Karena nenek moyang kita. Orang-orang dahulu mengkontruksi wanita itu sebagai mahluk yang lemah, perasa, penyayang, lembut dan lain-lain. Tapi saya tidak menyalahkan statement tersebut, tapi juga saya tidak menganggap bahwa wanita itu derajatnya dibawah laki-laki.
                Jangan salah, wanita itu adalah ibu dan ibu adalah manusia yang paling berharga dimuka bumi ini. Wanita tidak suka dikasari, maka jangan kasari mereka. Peluklah, sentuhlah dengan penuh kasih saying bak seorang ibu yang sedang menggendong bayi mungilnya.
              Jangnlah memanjakan wanita, karena itu dapat menimblkan pemikiran wanita yang menganggaap kasih saying itu adalah dengan memanjakan. bukan memanjakan, tapi menghormati. Hormatilah setiap wanita, karena wanita adalah kehormatan terbesar bagi laki-laki.

             Jika kita melirik wanita-wanita muda yang pemikirannya belum dewasa yang menganggap bahwa yang keren itu ganteng, kaya, sixpack dan lain-lain. Padahal jika dipikir-pikir, ganteng itu hanyalah seperangkat kulit yang dipasang Tuhan ke wajah manusia yang bentuknya agak bagus, dan itupun tak abadi. Ketika sudah tua, seperangkat kulit itu akan keriput. 
Read More
Memulai dari Mana???

Memulai dari Mana???

       Kebingungan, itulah yang saya rasakan setiap hari. Kenapa bingung? Saya bingung harus melakukan apa yang nantinya dapat bermanfaan untuk saya dan orang banyak. Mempunyai banyak teman member saya banyak ide pemikiran baru sekaligus menambah kebingungan saya.
       Suatu hari saya masuk kelassalah satu dosen, setelah perkuliahan itu mulai nampaklah secercah cahaya apa yang harus saya lakukan dan saya menyukainya. Hal tersebut adalah menulis. Lalu menulis apa? Timbul lagi kan kebingungan saya, saya harus menulis apa terlebih dahulu dan harus memulai dari mana dulu.
Saking bingungnya saya sempat putus asa. Tapi setelah dipikir-pikir, saya belum melakukan apa-apa sudah menyerah. Mucul lagi passion saya. Saya mulai dengan tulisan-tulisan tentang hobi saya yaiu fotografi. Mulai dari tulisan tentang teknik dasar fotografi hingga teknik pro.
       Saya akui saya adalah orang yang teoritis dan berlandaskan logika. Tapi saya sadar jika terpatok pada teori saya tidak dapat menemukan hal baru. Saya mencoba mendobrak kerasnya pemikiran saya yang teoritis dengan imajinasi-imajinasi baru. Dan terbukti, saya bisa menyeimbangkan kedua hal tersebut.

Berawal dari sanalah saya seolah-olah dihantam oleh rudal yang berisikan semangat. Percayalah anda harus memulai, anda harus action. Ketika anda sudah melakukan sesuatu maka jalan akan Nampak lebih jelas. Jika dalam bahasa jawa, kata “kulino” adalah prinsip saya. Kulino artinya terbiasa. Jika kita sudah memulai dan melakukannya terus menerus, maka kita akan terbiasa. Teringat perkataan Aa Gym yang berbunyi “mulailah dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil dan mulai dari saat ini. So? Let’s do it.
Read More
APA ITU KAMERA RANGE FINDER?

APA ITU KAMERA RANGE FINDER?

            Disebut Range Finder karena kamera ini menggunakan dua buah alat untuk menyatukan gambar yang kita lihat. Pada DSLR, kita mengenal prinsip through the lens, yaitu dimana kita melihat dan memfokus gambar melalui lensa kamera kita Sedangkan pada Range Finder  kita tidak melihat gambar langsung dari lensa, melainkan dari sebuah viewfinder optik yang ada di  sisi lain kamera. Kita juga tidak menjumpai adanya cermin yang bergerak karena fokus dilakukan dengan menyatukan dua buah gambar (satu dari viewfinder, satu dari lensa).

Prinsip kamera Range Finder
Salah satu kamera Range Finder
Dibawah ini saya akakn menjelaskan beberapa kelebihan dan kelemahan kamera Range Finder.

Kelebihan :

  1. Tidak ada mirror, tidak ada goyangan & hening : efeknya mirip dengan menggunakan feature “mirror lock-up” di DSLR. Karena tidak adanya mirror maka rangefinder tidak mengalami getaran yang dialami SLR saat shutter ditekan. Kalau bunyi shutter di SLR cenderung berisik karena ada mirror yang bergerak maka di rangefinder hampir tidak ada bunyi saat shutter ditekan. Keuntungannya? Landscaper pasti paham, tidak ada goyangan saat mirror bergerak = foto yang lebih tajam. Sedangkan shutter yang lebih hening artinya lebih nyaman memotret wildlife / landscape yang butuh ketenangan.
  2. Manual focusing yang lebih cepat dan akurat daripada DSLR (dalam posisi sama-sama manual).
  3. Suara shutter saat ditekan lebih tenang daripada DSLR
  4. Kualitas gambar yang lebih baik daripada DSLR!!
  5. Tidak ada mirror = kualitas gambar yang lebih baik : dengan tidak adanya mirror maka bagian belakang lensa bisa di desain sedekat mungkin ke sensor. Hasilnya? transfer cahaya yang lebih optimal dan kualitas foto yang lebih maksimal. Bonusnya adalah : body & lensa dengan ukuran yang lebih kecil & ringandibandingkan yang setara di SLR, selain karena tidak perlu mirror maka rangefinder tidak memerlukan prisma (yang biasanya merupakan komponen yang cukup berat di kamera). Coba cek saja berat body & lensa antara keduanya.
  6. Viewfinder yang terang : SLR menggunakan cahaya yang masuk melalui lensa sebagai sumber cahaya di viewfinder. Itu sebabnya memotret dengan lensa bukaan maksimum f2.8 lebih nyaman dibandingkan lensa yang bukaan maksimumnya hanya f5.6 misalnya. Karena cahaya yang masuk melalui lensa lebih banyak di f2.8, hasilnya? Gambar di viewfinder lebih jelas dan terang. Tapi rangefinder tidakmenggantungkan diri pada lensa, dia memiliki jalur cahaya viewfinder nya sendiri. Oleh sebab itu apapun lensa nya maka viewfinder nya selalu terang dan jelas.
  7. Wide angle love rangefinder : Karena desainnya maka rangefinder adalah kamera yang sangat sesuai untuk lensa wide. Hampir semua lensa wide rangefinder menghasilkan foto yang luar biasa tajam, walau dengan optik yang cenderung sangat kecil. Bandingkan ukuran filter lensa Canon 16-35mm f2.8 L II yang mencapai 82mm, dengan lensa Carl Zeiss Distagon 18mm f4 yang hanya 58mm dan CZ Biogon 21mm f2.8 yang hanya 46mm.
  8. Tidak ada blackout : pada SLR sesaat setelah shutter ditekan maka viewfinder akan gelap, hal ini dikarenakan mirror diangkat ke atas. Sama halnya apabila kita menggunakan teknik mirror lock up. Ada masalah dengan itu? Ya … kita bisa kehilangan momen sesaat itu. Di rangefinder karena tidak menggunakan mirror maka tidak pernah ada blackout. Kita bisa terus memantau melalui viewfinder sepanjang waktu.
  9. Tidak ada shutter lag : Tiap SLR memiliki shutter lag, waktu jeda antara kita tekan shutter dan sensor mengambil gambar. Memang shutter lag ini tidaklah lama, hanya 110 miliseconds buat Canon 1100D dan 73 miliseconds pada Canon 5dMarkII. Tetapi rangefinder tidak memiliki shutter lag, begitu shutter ditekan pada saat itu juga sensor mengambil gambar.
  10. Tidak ada AutoFocus, jadi walau gelap seperti apapun mata kita bisa melakukan focusing : gambar di viewfinder rangefinder bertumpuk sempurna saat focus tercapai. Hal ini membuat manual focusing menjadi “mudah”. Dan karena mata kita adalah sistem autofocus paling canggih dalam kondisi low light maka rangefinder juga menjadi luar biasa pada saat harus focusing di low light.
Kelemahan :

  1. No AF : bagi saya kadang memotret dengann auto-focus menyenangkan dibandingkan manual focus. Tentu ini sangat relatif dan berbeda persepsi tiap orang. Tapi bagi saya pribadi kehilangan AF adalah kehilangan yang cukup besar
  2. Tidak ada DOF preview : karena gambar di viewfinder tidak melalui lensa maka kita tidak bisa “mensimulasikan” depth of field seperti halnya di SLR. Jadi tidak akan kita temui background blur di viewfinder sebuah rangefinder. Jepret barulah background blur nya keliatan.
  3. Pilihan lensa yang terbatas : Tidak ada pilihan lensa seperti Tilt-and-Shift, Makro atau Fish-Eye, atau bahkan super tele lens. Hanya ada lensa wide, normal dan standard tele. Kalau mau eksplorasi dengan hal-hal unik maka SLR adalah pilihan yang lebih tepat.
  4. Blockage : karena posisi viewfindernya seringkali di rangefinder sebagian kecil viewfinder ketutupan hood dari lensa yang dipasang. Menghalangi pandangan kita sebagian.
  5. Harganya muaaahaall........
Read More
Sejarah Fotografi

Sejarah Fotografi

Salam Fotografi Bray....

         Ketika kita lahir pada jaman modern ini, semuanya sudah serba digital. Termasuk dalam dunia fotografi. Sekarang mari kita lihat orang-orang memakai kamera digital/DSLR. Saat mendengar kamera digital tentu saja ada kamera manual dan itu tidak akan terlepas dari sejarah fotografi itu sendiri.
         Fotografi/Photography berasal dari bahasa Yunani, yaitu  photos  (cahaya) dan graphos/grafo  (melukis). Jadi fotografi merupakan suatu proses melukis dengan cahaya. Cahaya akan menyinari suatu objek, dan pantulan cahaya pada objek tersebut direkam oleh media yang peka cahaya, yaitu kamera. Mari kita mulai dengan awal pemikiran lahirnya kamera. Sebenarnya teori tentang kamera sudah ada pada abad ke 5 SM. Waktu itu pria bernama Mo Ti mengamati sebuah gejala. Jika pada dinding ruangan yang sangat gelap dan disana diberi lubang kecil, maka di dalam ruang gelap tersebut akan merefleksikan pemandangan diluar secara terbalik melalui lubang kecil tadi. Hal ini menjadi cikal bakal lahirnya kamera obscura. Apa itu kamera obscura? Tenang, mari kita lihat terlebih dahulu gejala yang dilihat Mo Ti.
Jika pada dinding ruangan yang sangat gelap dan disana diberi lubang kecil, maka di dalam ruang gelap tersebut akan merefleksikan pemandangan diluar secara terbalik melalui lubang kecil tadi















































            Lambat laun perkembangan  tentang gejala tersebut melahirkan suatu alat yang dinamakan kamera Obscura yang digunakan para seniman untuk membantu menangkap bayangan cahaya. Pada tahun 1820an Joseph Nicephore Niepce menggunakan kamera obscura berlensa melahirkan sebuah gambar cetak yang masih kabur dengan subjek  Paus Pius VII yang diberi nama View from the Window at Le Gras, hal tersebut menjadikan karya Niecpe sebagai lahirnya foto pertama di dunia. Niecpe menggunakan proses Heliogravure 
diatas pelat logam yang dilapisi aspal.

kamera obscura
Heliogravure
Heliogravure
Karya Niepce "View from the Window at Le Gras"
          Hal yang dilakukan oleh Niecpe merupakan awal lahirnya fotografi di dunia. Sejak itu lahirlah berbagai jenis kamera mulai dari box camera sapai DSLR camera.
        Begitulah proses yang terjadi dari jaman ditemukannya kamera hingga jaman digital seperti sekarang ini. Jika kita ingin mendalami suatu hal, jangan lupakan sejarahnya.
Read More

Search This Blog

Blog Archive

Tulisan Terbaru

Share